Ibnu Baththal dalam Syarh Shahih Bukhari menyebutkan suatu riwayat.
Bahwa ada seorang lelaki menemui Abdullah bin Mas'ud ra. Lelaki itu berkata, "Ya Abu Abdirrahman, Perbuatan apakah yang paling utama?". Beliau jawab, "Ilmu."
Kemudian ia bertanya lagi. "Perbuatan apakah yang paling utama?" Dibalas Beliau. "Ilmu."
Lantas ia bertanya kembali. "Aku bertanya, Perbuatan apakah yang paling utama? tapi jawabaan engkau ilmu, kenapa?
Beliau menjawab, "Sungguh malangya dirimu, sungguh ilmu tentang Allah (ilmu syar'i) merupakan sebab bermanfaatnya perbuatan(baik)mu yang sedikit maupun yang banyak. Dan kebodohan tentang Allah menyebabkan perbuatan (baik) yang sedikit maupun yang banyak tidak bermanfaat bagimu."
24 Januari 2015
Jangan Telat Shalat !!!
Dalam buku Al-kabair karangan Imam Adz-Dzahabi.
Beliau mengisahkan, dahulu kala hidup seorang yang shalih dan memiliki saudari yang wafat.
Pada saat dikuburkan, kantung uang yang ia miliki terjatuh kedalam liang lahat saudarinya tanpa ia sadari. Setelah liang lahat ditutup dan orang-orang telah pulang kerumah, ia teringat atas kehilangan kantung uangnya. Lantas ia kembali ke kuburan saudarinya dan menggali kuburan tersebut. Dengan terkejut kuburan saudari mengeluarkan api dengan cepat ia menutup kembali kuburan itu.
Setelah dirumah, dengan perasaan sedih ia menemui ibunya. "Ibu, Apa yang telah saudariku perbuat selama hidup?" tanyanya. "Memangnya kenapa?" Balas Ibu.
"Aku melihat api yang keluar dari dalam kuburnya?"ungkapnya. Sambil menangis, ibu bercerita. "Wahai Anakku, saudarimu itu selalu meremhkan shalat, dan sering menunda-nunda shalatnya." tukas ibu.
Beliau mengisahkan, dahulu kala hidup seorang yang shalih dan memiliki saudari yang wafat.
Pada saat dikuburkan, kantung uang yang ia miliki terjatuh kedalam liang lahat saudarinya tanpa ia sadari. Setelah liang lahat ditutup dan orang-orang telah pulang kerumah, ia teringat atas kehilangan kantung uangnya. Lantas ia kembali ke kuburan saudarinya dan menggali kuburan tersebut. Dengan terkejut kuburan saudari mengeluarkan api dengan cepat ia menutup kembali kuburan itu.
Setelah dirumah, dengan perasaan sedih ia menemui ibunya. "Ibu, Apa yang telah saudariku perbuat selama hidup?" tanyanya. "Memangnya kenapa?" Balas Ibu.
"Aku melihat api yang keluar dari dalam kuburnya?"ungkapnya. Sambil menangis, ibu bercerita. "Wahai Anakku, saudarimu itu selalu meremhkan shalat, dan sering menunda-nunda shalatnya." tukas ibu.
20 Januari 2015
Tips Membeli Laptop Bekas
Memiliki laptop merupakan kebutuhan yang bisa dikategorikan wajib dimiliki untuk setiap orang pada zaman modern saat ini terkhusus lagi untuk mahasiswa. Faktor ekonomi dan harga laptop yang tergolong barang mewah menjadikan penghalang bagi seseorang untuk memilikinya, maka membeli laptop bekas ada solusi alternatifnya.
Dengan tabungan yang tidak terlalu banyak, kamu bisa memiliki laprop bekas yang memiliki fitur sama atau lebih bagus dibandingkan dengan laptop baru.Tetapi kita harus teliti untuk membelinya, jangan sembarangan membeli laptop bekas dan menyesal dikemudain hari.
Oke,
Ini ada beberapa tips jitu yang bisa kamu gunakan sebelum membelinya:
Dengan tabungan yang tidak terlalu banyak, kamu bisa memiliki laprop bekas yang memiliki fitur sama atau lebih bagus dibandingkan dengan laptop baru.Tetapi kita harus teliti untuk membelinya, jangan sembarangan membeli laptop bekas dan menyesal dikemudain hari.
Oke,
Ini ada beberapa tips jitu yang bisa kamu gunakan sebelum membelinya:
- Carilah laptop bekas yang modelnya tidak terlalu jadul dan tua, kalau bisa belilah laptop berumur kurang dari satu atau dua tahun sebab kemajuan teknologi laptop begitu cepat.
- Usahakan untuk membeli laptop dari orang atau penjual yang kita kenal dan dekat dengan kita, agar mudah dikonfirmasi jika ada masalah dengan laptopnya.
- Sebelumnya, carilah info-info harga ditoko atau situs online, untuk membandingkan harga laptop bekas yang ingin dibeli, dan pastikan siapkan penawaran harga agar tidak menguras tabungan. Biasanya harga berselisih sekitar 25%-50% tergantung kondisi.
- Periksa kondisi laptop dari monitor, casing laptop, keyboard berfungsi dengan baik, selain itu pastikan juga segel pada laptop masih bagus sebagai pertanda bahwa laptop belum pernah dibongkar untuk servis dengan memperhatikan sekrup pada laptop jika terlihat ada sekrup yang rusak atau aus berarti laptop tersebut pernah servis.
- Saat membeli, bawalah teman yang mengerti tentang laptop agar membantu kamu untuk membeli laptop bekas yang bagus.
- Cek kelengkapan charger/adaptor, cd driver, buku manual, dus, dan bon faktur juga ya hehe :) mungkin nanti masi bisa dijual
Demikian lah tips yang bisa disampaikan, semoga dapat membantu untuk membeli laptop bekas yang berkualitas.
*Referensi*
-Majalah Arrisalah dengan editan-
*Referensi*
-Majalah Arrisalah dengan editan-
19 Mei 2014
Pengertian dan Prinsip Gender dalam Islam
A.
Definisi Gender
Dari segi etimologi, kata gender
berasal dari bahasa inggris “gender” yang berarti jenis kelamin. Berdasarkan
arti kata tersebut, gender sama dengan seks yang juga berarti jenis kelamin.
Namun, banyak dari para ahli yang meralat definisi ini. Artinya, kata “gender”
tidak hanya mencakup masalah jenis kelamin. tapi lebih dari itu, analisis
gender lebih menekankan pada lingkungan yang membentuk pribadi seseorang.
Berdasarkan definisi diatas, dapat
disimpulkan bahwa gender adalah suatu konsep yang mengkaji tentang perbedaan
antara laki-laki dan perempuan sebagai hasil dari pembentukan kepribadian yang
berasal dari masyarakat (kondisi sosial, adat-istiadat dan kebudayaan yang
berlaku). Misalnya, dalam suatu masyarakat terkenal suatu prinsip bahwa seorang
laki-laki harus kuat, mampu menjadi pemimpin, rasional, dan segala sifat
lainnya. Sementara itu, seorang perempuan dikenal sebagai sosok yang lemah
lembut, penuh keibuan, peka terhadap keadaan, dll. Dan
pembentukan sifat-sifat tersebut dapat terjadi dari waktu ke waktu dan
dari tempat ke tempat yang lain.
1. Pandangan Gender menurut beberapa Tokoh
·
Mansoer
Fakih berpendapat bahwa gender adalah sifat/karakter yang yang telah tertanam
dalam diri manusia (laki-laki dan perempuan) yang dikonstruksikan secara sosial
dan budaya yang berkembang dalam masyarakat.
·
Santrock(2003:365)
mengemukakan bahwa istilah gender dan seks memiliki perbedaan dari segi dimensi. Istilah seks (jenis kelamin) mengacu pada dimensi biologis seorang
laki-laki dan perempuan, sedangkan gender mengacu pada dimensi social budaya
seorang laki-laki dan perempuan.
· Moore(Abdulloh,2003:19)
mengemukakan bahwa gender berbeda dari seks dan jenis kelamin laki-laki dan
perempuan yang bersifat biologis.
·
Baron (2000:
188) mengartikan gender bahasa gender merupakan sebagian dari konsep diri yang
melibatkan identifikasi individu sebagai seorang laki-laki atau perempuan.
·
Ashad
Kusuma Djaya (2004:5) menegaskan bahwa perbedaan antara laki-laki dan perempuan
sesungguhnya bukan untuk dipertentangkan atau dicari siapa yang lebih unggul
diantara keduanya melainkan dipadukan untuk saling
melengkapi.
Istilah gender dikemukakan oleh para ilmuwan social
dengan maksud untuk menjelaskan perbedaan perempuan dan laki-laki yang
mempunyai sifat bawaan (ciptaan tuhan)dan bentukan budaya (konstruksi sosial).
Gender adalah perbedaan peran, fungsi, dan tanggung jawab antara laki-laki dan
perempuan yang merupakan hasil konstruksi social dan dapat berubah sesuai
dengan perkembangan jaman.
Setelah mengkaji beberapa definisi gender yang
dikemukakan para ahli, dapat dipahami bahwa yang dimaksud gender adalah
karakteristik laki-laki dan perempuan berdasarkan dimensi social kultural yang
tampak dari nilai dan tingkah laku.
2. Konsep Gender dalam Islam
Persepsi masyarakat mengenai status
dan peran perempuan masih belum sepenuhnya sama. Ada yang berpendapat bahwa
perempuan harus berada di rumah, mengabdi pada suami, dan mengasuh
anak-anaknya.Namun ada juga yang berpendapat bahwa perempuan harus ikut
berperan aktif dalam kehidupan sosial bermasyarakat dan bebas melakukan sesuai
dengan haknya. Fenomena ini terjadi akibat belum dipahaminya konsep relasi
Jender.
Dalam Agama Islam juga timbul
perbedaan pandangan karena terdapat perbedaan dalam memahami teks-teks
Al-Qur’an tentang Jender. Nabi Muhammad SAW datang membawa ajaran yang
menempatkan wanita pada tempat terhormat, setara dengan laki-laki. Beberapa
ayat-ayat Al-Qur’an menyebutkan bahwa wanita sejajar dengan laki-laki seperti :
“Barangsiapa yang
mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman,
maka akan Kami berikan mereka kehidupan yang baik dan akan Kami berikan balasan
kepada mereka dengan pahala yang lebih baik daripada apa yang telah mereka
lakukan.”(Q.S. Al-Nahl:97)
“Sesungguhnya Aku tidak
menyia-nyiakan amal yang dilakukan oleh kamu sekalian, kaum laki-laki dan
perempuan.”(Q.S.Ali Imran:195)
Seharusnya dapat dipahami bahwa
Allah SWT tidak mendiskriminasi hamba-Nya. Siapapun yang beriman dan beramal
saleh akan mendapat ganjaran yang sama atas amalnya. Dalam konteks ini
laki-laki tidak boleh melecehkan wanita atau bahkan menindasnya. Pada dasarnya
wanita memiliki kesamaan dalam berbagai hak dengan laki-laki,namun wanita
memang diciptakan Allah dengan suatu keterbasan dibanding laki-laki. Maka dari
itu tugas kenabian dan kerasulan tidak dibebankan kepada wanita karena perasaan
sensitif yang dimiliki wanita.Dalam suatu ayat dijelaskan
“Kaum laki-laki adalah
pemimpin bagi kaum wanita, karena Allah telah melebihkan sebagian mereka
(laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita).”(Q.S. Al-Nisa’:34)
Secara teologis, Allah menciptakan wanita dari “unsur”
pria (wa khalaqa minha zaujaha)(Hasbi
Indra,2004:5).Sehingga pada dasarnya laki-laki memililiki kelebihan daripada
wanita. Kelebihan ini selanjutnya menjadi tanggung jawab laki-laki untuk
membela dan melindungi wanita. Namun segala kekurangan yang ada dalam wanita
tidak menjadi alasan wanita kehilangan derajatnya dalam kesetaraan Jender.
Walaupun demikian,wanita juga tidak boleh melupakan
kodratnya sebagai wanita. Dalam Islam kodrat wanita adalah :
·
Menjadi
Kepala Rumah Tangga
Dalam suatu riwayat disebutkan :
“Setiap
manusia keturunan Adam adalah kepala, maka seorang pria adalah kepala keluarga,
sedangkan wanita adalah kepala rumah tangga.”(HR Abu Hurairah)
Artinya kodrat wanita sebagai istri
kelak akan menjadi kepala rumah tangga yang mana seorang istri melakukan
tugas-tugas yang tidak dapat dilakukan suami seperti : memasak, mencuci,
mengurus rumah tangga,mengasuh anak-anak dan lain-lain.Selain tugas wanita
menjadi seorang istri yang mengabdi kepada suami,juga beribadah kepada
Allah.Pada dasarnya beribadah inilah merupakan tugas utama.
·
Sebagai Ibu
dari Anak-Anaknya
Salah satu kodrat wanita yang cukup
berat adalah saat wanita harus mengandung dan melahirkan.Bahkan karena sangat
susah payahnya wanita dalam melahirkan hingga sampai bertaruh nyawa Allah menjanjikan
pahala yang sama seperti para syuhada.Kedua hal ini merupakan kodrat wanita
yang sangat mulia.Namun tidak berhenti cukup disitu,peran yang sebenarnya
adalah dikala wanita menjadi ibu yang dapat mendidik anaknya menjadi anak yang
cerdas,berakhlak dan taat dalam agamanya.
3. Kedudukan Perempuan dalam Islam.
Al-qur’an menyoroti perempuan sebagai individu. Dalam
hal ini terdapat perbedaan antara perempuan dalam kedudukannya sebagai individu
dengan perempuan sebagai anggota masyarakat. Al-qur’an memperlakukan baik
individu perempuan dan laki-laki adalah sama, karena hal ini berhubungan antara
Allah dan individu perempuan dan laki-laki tersebut, sehingga terminologi
kelamin(sex) tidak diungkapkan dalam masalah ini. Pernyataan-pernyataan
al-Qur’an tentang posisi dan kedudukan perempuan dapat dilihat dalam beberapa
ayat sebagaimana berikut:
o
Perempuan
adalah makhluk ciptaan Allah yang mempunyai kewajiban sama untuk beribadat
kepadaNya sebagaimana termuat dalam Q.S. Adz-Dzariyat ayat 56.
o
Perempuan adalah
pasangan bagi kaum laki-laki termuat dalam Q.S. An-naba’ayat 8.
o
Perempuan
bersama-sama dengan kaum laki-laki juga akan mempertanggungjawabkan secara
individu setiap perbuatan dan pilihannya termuat dalam Q. S. Maryam ayat 93-95.
o
Sama halnya
dengan kaum laki-laki mukmin, para perempuan mukminat yang beramal saleh
dijanjikan Allah untuk dibahagiakan selama hidup di dunia danabadi di surga.
Sebagaimana termuat dalam Q.S. An-Nahl ayat 97.
o
Sementara
itu Rasulullah juga menegaskan bahwa kaum perempuan adalah saudara kandung kaum
laki-laki dalam H.R. Ad-Darimy dan Abu Uwanah.
Dalam ayat-ayat-Nya bahkan Al-qur’an tidak menjelaskan
secara tegas bahwa Hawa diciptakan dari tulang rusuk Nabi Adam, sehingga
karenanya kedudukan dan statusnya lebih rendah. Atas dasar itu prinsip
al-Qur’an terhadap kaum laki-laki dan perempuan adalah sama dimana hak istri
adalah diakui secara adil (equal)
dengan hak suami. Dengan kata lain laki-laki memiliki hak dan kewajiban atas
perempuan,dan kaum perempuan juga memiliki hak dan kewajiban atas laki-laki.
Karena hal tersebutlah maka Al-Qur’an dianggap memiliki pandangan yang
revolusioner terhadap hubungan kemanusiaan, yakni memberikan keadilan hak
antara laki-laki dan perempuan.
B.
Prinsip Persamaan Gender dalam
Islam.
Dari
hasil penelitian Nasaruddin Umar pada tahun 2001 mengenai “Argumen Kesetaraan
Jender Prespektif Al-Quran” dengan menggunakan metode heurmeunistik, metode
tafsir dan kajian sejarah. Tampaknya terdapat beberpa variabel yang dapat
digunakan sebagai standar dalam analisis
prinsip-prinsip kesetaraan jender dalam al-Quran, sebagai berikut:
a.
Perempuan dan Laki-laki Sama-sama Sebagai Hamba
Menurut Q.S. al-Zariyat (51:56), (ditulis
alqurannya dalam buku argumen kesetaraan gender hal 248) Dalam kapasitas
sebagai hamba tidak ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan. Keduanya
mempunyai potensi dan peluang yang sama untuk menjadi hamba ideal. Hamba ideal
dalam Qur’an biasa diistilahkan sebagai orang-orang yang bertaqwa (mutaqqun),
dan untuk mencapai derajat mutaqqun ini tidak dikenal adanya perbedaan
jenis kelamin, suku bangsa atau kelompok etnis tertentu, sebagaimana disebutkan
dalam Q.S. al-Hujurat (49:13)
b.
Perempuan dan Laki-laki sebagai Khalifah di Bumi
Kapasitas manusia sebagai khalifah
di muka bumi (khalifah fi al’ard) ditegaskan dalam Q.S. al-An’am(6:165),
dan dalam Q.S. al-Baqarah (2:30) Dalam kedua ayat tersebut, kata
‘khalifah" tidak menunjuk pada salah satu jenis kelamin tertentu, artinya,
baik perempuan maupun laki-laki mempunyai fungsi yang sama sebagai khalifah,
yang akan mempertanggungjawabkan tugas-tugas kekhalifahannya di bumi.
c.
Perempuan dan Laki-laki Menerima Perjanjian Awal
dengan Tuhan
Perempuan dan laki-laki sama-sama
mengemban amanah dan menerima perjanjian awal dengan Tuhan, seperti dalam Q.S.
al A’raf (7:172) yakni ikrar akan keberadaan Tuhan yang disaksikan oleh para
malaikat. Sejak awal sejarah manusia dalam Islam tidak dikenal adanya
diskriminasi jenis kelamin. Laki-laki dan perempuan sama-sama menyatakan ikrar
ketuhanan yang sama. Qur’an juga menegaskan bahwa Allah memuliakan seluruh anak
cucu Adam tanpa pembedaan jenis kelamin. (Q.S. al-Isra’/17:70)
d.
Adam dan Hawa Terlibat secara Aktif Dalam Drama
Kosmis
Semua ayat yang menceritakan tentang
drama kosmis, yakni cerita tentang keadaan Adam dan Hawa di surga sampai keluar
ke bumi, selalu menekankan keterlibatan keduanya secara aktif, dengan
penggunaan kata ganti untuk dua orang (huma), yakni kata ganti untuk Adam dan
Hawa, yang terlihat dalam beberapa kasus berikut:
·
Keduanya
diciptakan di surga dan memanfaatkan fasilitas surga (Q.S.al-Baqarah/2:35)
·
Keduanya
mendapat kualitas godaan yang sama dari setan (Q.S.al-A’raf/7:20)
·
Sama-sama
memohon ampun dan sama-sama diampuni Tuhan (Q.S.al A’raf/7:23)
·
Setelah di
bumi keduanya mengembangkanketurunan dan saling melengkapi dan saling
membutuhkan (Q.S.al Baqarah/2:187)
e.
Perempuan dan Laki-laki Sama-sama Berpotensi Meraih Prestasi
Peluang untuk meraih prestasi
maksimum tidak ada pembedaan antara perempuan dan laki-laki ditegaskan secara
khusus dalam 3 (tiga) ayat, yakni: Q.S. Ali Imran /3:195; Q.S.an-Nisa/4:124;
Q.S.an-Nahl/16:97. Ketiganya mengisyaratkan konsep kesetaraan gender yang ideal
dan memberikan ketegasan bahwa prestasi individual, baik dalam bidang spiritual
maupun karier profesional, tidak mesti didominasi oleh satu jenis kelamin saja.
Djamil,
Abdul. 2009. Bias Jender dalam
Pemahaman Islam. Yogyakarta: Gama Media
Fakih,
Mansour.1997.Analisis Gender dan Transformasi Sosial.Yogyakarta:Pustaka Pelajar
Hamka.
1998. Kedudukan Perempuan dalam
Islam. Jakarta: Penerbit Pustaka Panjima.
Umar,
Nasaruddin.2000.Argumen Kesetaraan Gender.Jakarta: Paramadina
Zuhrah,
Fatimah.Konsep Kesetaraan Gender dalam
Perspektif Islam. Yogyakarta : IAIN-SUKA
12 Maret 2014
Hari Buah Internasional
ASAL-USUL HARI BUAH INTERNASIONAL
Mungkin banyak yang tidak mengetahui bahwa masyarakat internasional telah menetapkan 1 Juli sebagai Hari Buah Internasional (International Fruit Day). Peringatan Hari Buah Internasional menjadi salah satu momen penting bagi perkembangan komoditi tersebut di Indonesia.
Coba tanyakan kepada siapa saja, apakah mengetahui kapan Hari Buah Internasional? Mungkin banyak menggelengkan kepala sebagai tanda tidak mengetahui. Mungkin itu juga sebagai tanda bahwa masyarakat Indonesia memang masih rendah dalam mengapresiasi konsumsi buah-buahan. Diperkirakan rakyat Indonesia hanya mengkonsumsi buah sebanyak 32,67 kilogram per kapita per tahun. Jumlah ini jauh dari standar konsumsi buah yang ditetapkan Food and Agriculture Organization of United Nation (FAO) sebesar 65,75 kilogram per kapita per tahun.
Masyarakat dunia sebenarnya telah menetapkan setiap 1 Juli sebagai Hari Buah Internasional. Sayangnya memang gaung peringatan Hari Buah Internasional tidak begitu terasa di dalam negeri. Mungkin ini berbanding lurus dengan kondisi masyarakat Indonesia yang belum menjadikan buah sebagai bagian konsumsi sehari-hari dalam menu makanan. Hari Buah Internasional sendiri berawal dari Wall Park di Berlin, Jerman pada tahun 2007 dengan mengusung motto "come together". Yakni dengan membagikan kue buah dan buah-buahan kepada 400 orang yang ada di taman tersebut. Saat itu buah dianggap sebagai simbol keragaman bangsa, budaya, dan asal-usul. Hari Buah Internasional seperti mengajak orang-orang untuk merayakan kebersamaan dengan teman, keluarga atau kolega.
Di Indonesia sendiri Hari Buah Internasional sempat digagas oleh salah satu perusahaan minuman yang menggelar serangkaian kegiatan bertema buah. Kegiatan ini dimulai sejak tahun 2009 dan berlanjut pada tahun 2010. Direktur Budidaya Buah-buahan dan Pasca-Panen, Ditjen Hortikultura, Rahman Pinem berharap, peringatan Hari Buah Internasional akan sangat berpengaruh dalam keberadaan buah nusantara. Promosi dan sosialisasi seharusnya makin gencar dengan adanya event ini.
"Walaupun promosi mengenai buah-buahan nusantara sudah dari jauh-jauh hari, tentu saja momen ini akan makin ditingkatkan. Buah-buahan nusantara harusnya berjaya, baik di negara sendiri maupun di negara lain," tegasnya.
Himpunan Alumni Institut Pertanian Bogor (HA-IPB) sempat mengusulkan kepada pemerintah agar menetapkan setiap Jum'at sebagai Hari Buah Nusantara bersamaan dengan Hari Batik. Hal ini sebagai upaya meningkatkan konsumsi buah nusantara dan mengurangi buah impor. Usulan HA-IPB tersebut tidak lepas karena makin terpinggirkannya buah nusantara akibat beberapa aspek. Misalnya, kurang tersedianya benih berkualitas dalam jumlah memadai, lemahnya kegairahan petani untuk memproduksi buah-buahan dan kurang memadainya infrastruktur logistik buah. Sedangkan dari sisi konsumen dan pasar adalah karena perubahan perilaku konsumen yang lebih menyukai produk impor, makin mudah dan murahnya buah impor dan kekurang-berpihak kebijakan fiskal terhadap buah nusantara.
*Dikutip dari Tabloid Sinar Tani*
more references
more references
9 Maret 2014
Cuaca dan Iklim
CUACA DAN IKLIM
A.
Pengertian
Cuaca dan iklim merupakan dua
kondisi yang hampir sama tetapi berbeda pengertian khususnya terhadap kurun
waktu. Cuaca merupakan bentuk awal yang dihubungkan dengan penafsiran dan
pengertian akan kondisi fisik udara sesaat pada suatu lokasi dan suatu waktu,
sedangkan iklim merupakan kondisi lanjutan dan merupakan kumpulan dari kondisi
cuaca yang kemudian disusun dan dihitung dalam bentuk rata-rata
kondisi cuaca dalam kurun waktu tertentu . Menurut Rafi’i Ilmu cuaca atau
meteorologi adalah ilmu pengetahuan yang mengkaji peristiwa-peristiwa cuaca
dalam jangka waktu dan ruang terbatas, sedangkan ilmu iklim atau klimatologi
adalah ilmu pengetahuan yang juga mengkaji tentang gejala-gejala cuaca tetapi
sifat-sifat dan gejala-gejala tersebut mempunyai sifat umum dalam jangka waktu
dan daerah yang luas di atmosfer permukaan bumi.
Proses terjadinya cuaca dan
iklim merupakan kombinasi dari variabel-variabel atmosfer yang sama yang
disebut unsur-unsur iklim. Unsur-unsur iklim ini terdiri dari radiasi surya,
suhu udara, kelembaban udara, awan, presipitasi, evaporasi, tekanan udara dan
angin. Unsur-unsur ini berbeda dari waktu ke waktu dan dari tempat ke tempat
yang disebabkan oleh adanya pengendali-pengendali iklim.
Pengendali iklim atau faktor
yang dominan menentukan perbedaan iklim antara wilayah yang satu dengan wilayah
yang lain adalah
1) Posisi
relatif terhadap garis edar matahari (posisi lintang),
2) Keberadaan
lautan atau permukaan airnya,
3) Pola
arah angin,
4) Rupa
permukaan daratan bumi, dan
5) Kerapatan
dan jenis vegetasi.
B. Pembagian
Iklim.
I. Iklim Matahari adalah iklim yang
didasarkan pada banyak dan sedikitnya sinar matahari yang diterima oleh
permukaan bumi. Untuk lebih memperdalam pemahaman tentang pembagian iklim
matahari tersebut di atas dapat Anda pelajari pada uraian berikut.
. Iklim
TropisIklim tropis terletak antara 0° – 231/2° LU/LS dan hampir 40 % dari
permukaan bumi. Ciri-ciri iklim tropis adalah sebagai berikut:
Ø Suhu udara rata-rata tinggi, karena
matahari selalu vertikal. Umumnya suhu udara antara 20- 23°C. Bahkan di
beberapa tempat rata-rata suhu tahunannya mencapai 30°C.
Ø Amplitudo suhu rata-rata tahunan
kecil. Di kwatulistiwa antara 1 – 5°C, sedangkan ampitudo hariannya lebih
besar.
Ø Tekanan udaranya rendah dan
perubahannya secara perlahan dan beraturan.
Ø Hujan banyak dan lebih banyak dari
daerah-daerah lain di dunia.
·
Iklim Sub
TropisIklim sub tropis terletak antara 231/2° – 40°LU/LS. Daerah ini merupakan
peralihan antara iklim tropis dan iklim sedang. Ciri-ciri iklim sub tropis
adalah sebagai berikut:
Ø Batas yang tegas tidak dapat
ditentukan dan merupakan daerah peralihan dari daerah iklim tropis ke iklim
sedang.
Ø Terdapat empat musim, yaitu musim
panas, dingin, gugur, dan semi. Tetapi musim dingin pada iklim ini tidak
terlalu dingin. Begitu pula dengan musim panas tidak terlalu panas.
Ø Suhu sepanjang tahun menyenangkan.
Maksudnya tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin.
Ø Daerah sub tropis yang musim
hujannya jatuh pada musim dingin dan musim panasnya kering disebut daerah iklim
Mediterania, dan jika hujan jatuh pada musim panas dan musim dinginnya kering
disebut daerah iklim Tiongkok.
Ghazwul Fikri
Ghazwul Fikri
(PERANG PEMIKIRAN)
Pengertian Ghazwul Fikri
(GF)
Ø
Secara Bahasa
Ghazwul Fikri terdiri dari dua suku kata yaitu Ghazwah
dan Fikr. Ghazwah berarti serangan, serbuan atau invansi.
Sedangkan Fikr berarti pemikiran. Jadi, menurut bahasa Ghazwul Fikri
adalah serangan atau serbuan didalam qital (perang) atau Ghazwul Fikri secara
bahasa diartikan sebagai invansi pemikiran.
Ø
Secara Istilah
Secara istilah, Ghazwul Fikri adalah penyerangan
dengan berbagai cara terhadap pemikiran umat
islam guna merubah apa yang ada didalamnya sehingga tidak lagi bisa
mengeluarkan darinya hal – hal yang benar karena telah tercampur aduk dengan
hal – hal yang tidak islami.
Sejarah dan
Penjelasan Ghazwul Fikri (GF)
Sejarah
Ghazwul Fikri sudah ada setua umur
manusia, makhluk yang pertama kali melakukannya adalah iblis laknatullah ketika
berkata kepada Adam AS., “ Sesungguhnya Allah melarang kalian memakan buah
ini supaya kalian berdua tidak menjadi malaikat dan tidak dapat hidup abadi. “ (QS
Al–A’Raaf/7: 20). Sejarah lahirnya ghazwul fikri dimulai oleh Abdullah
bin Saba sebagai bapak ghazwul fikri, kemudian terjadi gerakan penerjemahan
kitab-kitab filsafat Yunani kedalam bahasa Arab pada zaman Khilafah Abbasiyah
sebagai satu fase dari ghazwul fikri. Selanjutnya beramai-ramai orang
oriantalis belajar Islam di Andalusia pasca perang salib. Lalu adanya
pengkhususan studi Islam / oriantalisme pada perguruan-perguruan tinggi barat,
yang menghasilkan runtuhnya Khilafah Islamiyah di Turki. Selanjutnya muncullah
gerakan pecah belah umat dan penghancuran akhlak pada zaman kolonialisme.
Langganan:
Postingan (Atom)




