27 Januari 2015

Entropi

PENDAHULUAN
     Kata energi, telah dikenal bahkan sebelum mulai dipergunakan dalam pelajaran awal mengenai sains. Hal ini sangat membantu dalam mempelajari energi dalam termodinamika teknik. Analisi sistem berdasarkan hukum kedua termodinamika dapat dengan mudah dilakukan dengan sifat entropi. Konsep energi dan entropi merupakan konsep yang abstrak. Namun, tidak seperti energi, kata entropi jarang didengar dalam percakapan sehari-hari, apalagi melakukan analisis entropi secara kualitatif. Energi dan entropi memegang peranan penting dalam pembahasan-pembahasan berikutnya.

      Konsep entropi mula-mula diperkenalkan dalam fisika teori oleh R.J. Clausius dalam pertengahan abad kesembilan belas. Sampai pada saat itu terdapat banyak hal yang membingungkan mengenai hubungan antara kalor dan kerja serta perannya dalam operasi mesin kalor. Insinyur Perancis yang terkenal, Carnot, Petit, Clement, dan Desormes hanya memiliki sedikit pengetahuan mengenai hukum pertama termodinamika. Carnot percaya bahwa keluaran kerja suatu mesin adalah akibat dari sejumlah kalor yang meninggalkan tandon panas dan sejumlah kalor yang sama masuk ke tandon dingin.

     Petit dan Clement menghitung efisiensi mesin kalor dengan menghitung kerja yang dilakukan hanya dalam langkah daya tanpa meninjau keseluruhan daur yang menurut Carnot harus dilakukan. Menurut Medoza, ‘Dalam tangan Clapeyron, Kelvin, dan Clausius, termodinamika mulai menemukan jalan maju hanya jika dipisahkan dari perancangan mesin’. Clausius membuktikan adanya fungsi entropi dengan mula-mula menurunkan teoremanya. Penurunan teorema Clausius, sifat mesin Carnot yang merupakan landasan teorema itu, dan penurunan Clausius mengenai keberadaan fungsi entropi dalam setiap seginya, setara dengan cara umum Caratheodory.

      Satu-satunya keunggulan pendekatan Caratheodory ialah dalam pemusatan perhatian pada sistem, koordinatnya, keadaannya, dan seterusnya sedangkan hal ini tak teramati dalam pendekatan teknik.

1.      Pengertian

     Entropi merupakan fungsi keadaan dari sistem atau ukuran dari ketidakteraturan dan keteraturan dari sistem. Entropi dapat juga dikatakan sebagai suatu ukuran banyaknya energi atau kalor yang tidak dapat diubah menjadi usaha. Jika suatu sistem pada suhu T mengalami proses reversible dengan menyerap kalor Q maka kenaikan entropi sistem ditulis dengan persamaan.



     Entropi merupakan fungsi keadaan sehingga sama seperti energi dalam, perubahan entropi dari proses yang berlangsung pada sistem tidak bergantung pada lintasan tetapi tergantung pada keadaan awak dan akhirnya saja. Akibatnya untuk suatu proses siklus, perubahan entropi sama dengan nol (DS=0).



2.      Hukum II Termodinamika dan Entropi

     Pada Hukum I Termodinamika hanya diungkapkan mengenai Hukum Kekekalan Energi, tetapi tidak dijelaskan mengenai pembatasan aliran energi. Dari Hukum I Termodinamika, Anda telah mengetahui bahwa panas (kalor) dapat diubah menjadi kerja (usaha), dan sebaliknya. Namun, pada kenyataannya kerja mekanik dapat diubah seluruhnya menjadi panas, tetapi sebaliknya panas tidak seluruhnya diubah menjadi kerja mekanik pada suatu proses (siklus).

Meminta dengan Syarat

      Permasalahan yang ada menjadi seorang memiliki hambatan dalam menjalani hidup, maklum saja seseorang demikian. Jika kita mengaitkan dengan ungkapan bahwa manusia tidak luput dari dosa, hal yang sama juga dengan masalah tidak luput dari manusia.

Istilah zoon politicon (makhluk sosial) yang secara singkat berarti manusia yang membutuhkan satu sama lain melekat pada setiap manusia


24 Januari 2015

Pentingnya Ilmu Syar'i

Ibnu Baththal dalam Syarh Shahih Bukhari menyebutkan suatu riwayat.

Bahwa ada seorang lelaki menemui Abdullah bin Mas'ud ra. Lelaki itu berkata, "Ya Abu Abdirrahman, Perbuatan apakah yang paling utama?". Beliau jawab, "Ilmu."

Kemudian ia bertanya lagi. "Perbuatan apakah yang paling utama?" Dibalas Beliau. "Ilmu."

Lantas ia bertanya kembali. "Aku bertanya, Perbuatan apakah yang paling utama? tapi jawabaan engkau ilmu, kenapa?

Beliau menjawab, "Sungguh malangya dirimu, sungguh ilmu tentang Allah (ilmu syar'i) merupakan sebab bermanfaatnya perbuatan(baik)mu yang sedikit maupun yang banyak. Dan kebodohan tentang Allah menyebabkan perbuatan (baik) yang sedikit maupun yang banyak tidak bermanfaat bagimu."

Jangan Telat Shalat !!!

Dalam buku Al-kabair karangan Imam Adz-Dzahabi.

Beliau mengisahkan, dahulu kala hidup seorang yang shalih dan memiliki saudari yang wafat.
Pada saat dikuburkan, kantung uang yang ia miliki terjatuh kedalam liang lahat saudarinya tanpa ia sadari. Setelah liang lahat ditutup dan orang-orang telah pulang kerumah, ia teringat atas kehilangan kantung uangnya. Lantas ia kembali ke kuburan saudarinya dan menggali kuburan tersebut. Dengan terkejut kuburan saudari mengeluarkan api dengan cepat ia menutup kembali kuburan itu.

Setelah dirumah, dengan perasaan sedih ia menemui ibunya. "Ibu, Apa yang telah saudariku perbuat selama hidup?" tanyanya. "Memangnya kenapa?" Balas Ibu.



"Aku melihat api yang keluar dari dalam kuburnya?"ungkapnya. Sambil menangis, ibu bercerita. "Wahai Anakku, saudarimu itu selalu meremhkan shalat, dan sering menunda-nunda shalatnya." tukas ibu.

20 Januari 2015

Tips Membeli Laptop Bekas

Memiliki laptop merupakan kebutuhan yang bisa dikategorikan wajib dimiliki untuk setiap orang pada zaman modern saat ini terkhusus lagi untuk mahasiswa. Faktor ekonomi dan harga laptop yang tergolong barang mewah menjadikan penghalang bagi seseorang untuk memilikinya, maka membeli laptop bekas ada solusi alternatifnya.



Dengan tabungan yang tidak terlalu banyak, kamu bisa memiliki laprop bekas yang memiliki fitur sama atau lebih bagus dibandingkan dengan laptop baru.Tetapi kita harus teliti untuk membelinya, jangan sembarangan membeli laptop bekas dan menyesal dikemudain hari.

Oke,
Ini ada beberapa tips jitu yang bisa kamu gunakan sebelum membelinya:
  • Carilah laptop bekas yang modelnya tidak terlalu jadul dan tua, kalau bisa belilah laptop berumur kurang dari satu atau dua tahun sebab kemajuan teknologi laptop begitu cepat. 
  • Usahakan untuk membeli laptop dari orang atau penjual yang kita kenal dan dekat dengan kita, agar mudah dikonfirmasi jika ada masalah dengan laptopnya.
  • Sebelumnya, carilah info-info harga ditoko atau situs online, untuk membandingkan harga laptop bekas yang ingin dibeli, dan pastikan siapkan penawaran harga agar tidak menguras tabungan. Biasanya harga berselisih sekitar 25%-50% tergantung kondisi.
  • Periksa kondisi laptop dari monitor, casing laptop, keyboard berfungsi dengan baik, selain itu pastikan juga segel pada laptop masih bagus sebagai pertanda bahwa laptop belum pernah dibongkar untuk servis dengan memperhatikan sekrup pada laptop jika terlihat ada sekrup yang rusak atau aus berarti laptop tersebut pernah servis.
  • Saat membeli, bawalah teman yang mengerti tentang laptop agar membantu kamu untuk membeli laptop bekas yang bagus.
  • Cek kelengkapan charger/adaptor, cd driver, buku manual, dus, dan bon faktur juga ya hehe :) mungkin nanti masi bisa dijual 
Demikian lah tips yang bisa disampaikan, semoga dapat membantu untuk membeli laptop bekas yang berkualitas.

*Referensi*
 -Majalah Arrisalah dengan editan-

19 Mei 2014

Pengertian dan Prinsip Gender dalam Islam

      A.    Definisi Gender
Dari segi etimologi, kata gender berasal dari bahasa inggris “gender” yang berarti jenis kelamin. Berdasarkan arti kata tersebut, gender sama dengan seks yang juga berarti jenis kelamin. Namun, banyak dari para ahli yang meralat definisi ini. Artinya, kata “gender” tidak hanya mencakup masalah jenis kelamin. tapi lebih dari itu, analisis gender lebih menekankan pada lingkungan yang membentuk pribadi seseorang. 

Berdasarkan definisi diatas, dapat disimpulkan bahwa gender adalah suatu konsep yang mengkaji tentang perbedaan antara laki-laki dan perempuan sebagai hasil dari pembentukan kepribadian yang berasal dari masyarakat (kondisi sosial, adat-istiadat dan kebudayaan yang berlaku). Misalnya, dalam suatu masyarakat terkenal suatu prinsip bahwa seorang laki-laki harus kuat, mampu menjadi pemimpin, rasional, dan segala sifat lainnya. Sementara itu, seorang perempuan dikenal sebagai sosok yang lemah lembut, penuh keibuan, peka terhadap keadaan, dll. Dan pembentukan sifat-sifat tersebut dapat terjadi dari waktu ke waktu dan dari tempat ke tempat yang lain.

1.    Pandangan Gender menurut beberapa Tokoh
·      Mansoer Fakih berpendapat bahwa gender adalah sifat/karakter yang yang telah tertanam dalam  diri manusia (laki-laki dan perempuan) yang dikonstruksikan secara sosial dan budaya yang  berkembang dalam masyarakat.
·      Santrock(2003:365) mengemukakan bahwa istilah gender dan seks memiliki perbedaan dari segi  dimensi. Istilah seks (jenis kelamin) mengacu pada dimensi biologis seorang laki-laki dan  perempuan, sedangkan gender mengacu pada dimensi social budaya seorang laki-laki dan  perempuan.
·    Moore(Abdulloh,2003:19) mengemukakan bahwa gender berbeda dari seks dan jenis kelamin laki-laki dan perempuan yang bersifat biologis.
·      Baron (2000: 188) mengartikan gender bahasa gender merupakan sebagian dari konsep diri yang melibatkan identifikasi individu sebagai seorang laki-laki atau perempuan.
·      Ashad Kusuma Djaya (2004:5) menegaskan bahwa perbedaan antara laki-laki dan perempuan sesungguhnya bukan untuk dipertentangkan atau dicari siapa yang lebih unggul diantara keduanya melainkan dipadukan untuk saling melengkapi.

Istilah gender dikemukakan oleh para ilmuwan social dengan maksud untuk menjelaskan perbedaan perempuan dan laki-laki yang mempunyai sifat bawaan (ciptaan tuhan)dan bentukan budaya (konstruksi sosial). Gender adalah perbedaan peran, fungsi, dan tanggung jawab antara laki-laki dan perempuan yang merupakan hasil konstruksi social dan dapat berubah sesuai dengan perkembangan jaman.
Setelah mengkaji beberapa definisi gender yang dikemukakan para ahli, dapat dipahami bahwa yang dimaksud gender adalah karakteristik laki-laki dan perempuan berdasarkan dimensi social kultural yang tampak dari nilai dan tingkah laku.

2.    Konsep Gender dalam Islam
Persepsi masyarakat mengenai status dan peran perempuan masih belum sepenuhnya sama. Ada yang berpendapat bahwa perempuan harus berada di rumah, mengabdi pada suami, dan mengasuh anak-anaknya.Namun ada juga yang berpendapat bahwa perempuan harus ikut berperan aktif dalam kehidupan sosial bermasyarakat dan bebas melakukan sesuai dengan haknya. Fenomena ini terjadi akibat belum dipahaminya konsep relasi Jender.
Dalam Agama Islam juga timbul perbedaan pandangan karena terdapat perbedaan dalam memahami teks-teks Al-Qur’an tentang Jender. Nabi Muhammad SAW datang membawa ajaran yang menempatkan wanita pada tempat terhormat, setara dengan laki-laki. Beberapa ayat-ayat Al-Qur’an menyebutkan bahwa wanita sejajar dengan laki-laki seperti :
“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka akan Kami berikan mereka kehidupan yang baik dan akan Kami berikan balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik daripada apa yang telah mereka lakukan.”(Q.S. Al-Nahl:97)

“Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal yang dilakukan oleh kamu sekalian, kaum laki-laki dan perempuan.”(Q.S.Ali Imran:195)

Seharusnya dapat dipahami bahwa Allah SWT tidak mendiskriminasi hamba-Nya. Siapapun yang beriman dan beramal saleh akan mendapat ganjaran yang sama atas amalnya. Dalam konteks ini laki-laki tidak boleh melecehkan wanita atau bahkan menindasnya. Pada dasarnya wanita memiliki kesamaan dalam berbagai hak dengan laki-laki,namun wanita memang diciptakan Allah dengan suatu keterbasan dibanding laki-laki. Maka dari itu tugas kenabian dan kerasulan tidak dibebankan kepada wanita karena perasaan sensitif yang dimiliki wanita.Dalam suatu ayat dijelaskan
“Kaum laki-laki adalah pemimpin bagi kaum wanita, karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita).”(Q.S. Al-Nisa’:34)

Secara teologis, Allah menciptakan wanita dari “unsur” pria (wa khalaqa minha zaujaha)(Hasbi Indra,2004:5).Sehingga pada dasarnya laki-laki memililiki kelebihan daripada wanita. Kelebihan ini selanjutnya menjadi tanggung jawab laki-laki untuk membela dan melindungi wanita. Namun segala kekurangan yang ada dalam wanita tidak menjadi alasan wanita kehilangan derajatnya dalam kesetaraan Jender.
Walaupun demikian,wanita juga tidak boleh melupakan kodratnya sebagai wanita. Dalam Islam kodrat wanita adalah :
·         Menjadi Kepala Rumah Tangga
Dalam suatu riwayat disebutkan :
“Setiap manusia keturunan Adam adalah kepala, maka seorang pria adalah kepala keluarga, sedangkan wanita adalah kepala rumah tangga.”(HR Abu Hurairah)
Artinya kodrat wanita sebagai istri kelak akan menjadi kepala rumah tangga yang mana seorang istri melakukan tugas-tugas yang tidak dapat dilakukan suami seperti : memasak, mencuci, mengurus rumah tangga,mengasuh anak-anak dan lain-lain.Selain tugas wanita menjadi seorang istri yang mengabdi kepada suami,juga beribadah kepada Allah.Pada dasarnya beribadah inilah merupakan tugas utama.
·         Sebagai Ibu dari Anak-Anaknya
Salah satu kodrat wanita yang cukup berat adalah saat wanita harus mengandung dan melahirkan.Bahkan karena sangat susah payahnya wanita dalam melahirkan hingga sampai bertaruh nyawa Allah menjanjikan pahala yang sama seperti para syuhada.Kedua hal ini merupakan kodrat wanita yang sangat mulia.Namun tidak berhenti cukup disitu,peran yang sebenarnya adalah dikala wanita menjadi ibu yang dapat mendidik anaknya menjadi anak yang cerdas,berakhlak dan taat dalam agamanya.

3.    Kedudukan Perempuan dalam Islam.
Al-qur’an menyoroti perempuan sebagai individu. Dalam hal ini terdapat perbedaan antara perempuan dalam kedudukannya sebagai individu dengan perempuan sebagai anggota masyarakat. Al-qur’an memperlakukan baik individu perempuan dan laki-laki adalah sama, karena hal ini berhubungan antara Allah dan individu perempuan dan laki-laki tersebut, sehingga terminologi kelamin(sex) tidak diungkapkan dalam masalah ini. Pernyataan-pernyataan al-Qur’an tentang posisi dan kedudukan perempuan dapat dilihat dalam beberapa ayat sebagaimana berikut:
o  Perempuan adalah makhluk ciptaan Allah yang mempunyai kewajiban sama untuk beribadat kepadaNya sebagaimana termuat dalam Q.S. Adz-Dzariyat ayat 56.
o  Perempuan adalah pasangan bagi kaum laki-laki termuat dalam Q.S. An-naba’ayat 8.
o  Perempuan bersama-sama dengan kaum laki-laki juga akan mempertanggungjawabkan secara individu setiap perbuatan dan pilihannya termuat dalam Q. S. Maryam ayat 93-95.
o  Sama halnya dengan kaum laki-laki mukmin, para perempuan mukminat yang beramal saleh dijanjikan Allah untuk dibahagiakan selama hidup di dunia danabadi di surga. Sebagaimana termuat dalam Q.S. An-Nahl ayat 97.
o  Sementara itu Rasulullah juga menegaskan bahwa kaum perempuan adalah saudara kandung kaum laki-laki dalam H.R. Ad-Darimy dan Abu Uwanah.

Dalam ayat-ayat-Nya bahkan Al-qur’an tidak menjelaskan secara tegas bahwa Hawa diciptakan dari tulang rusuk Nabi Adam, sehingga karenanya kedudukan dan statusnya lebih rendah. Atas dasar itu prinsip al-Qur’an terhadap kaum laki-laki dan perempuan adalah sama dimana hak istri adalah diakui secara adil (equal) dengan hak suami. Dengan kata lain laki-laki memiliki hak dan kewajiban atas perempuan,dan kaum perempuan juga memiliki hak dan kewajiban atas laki-laki. Karena hal tersebutlah maka Al-Qur’an dianggap memiliki pandangan yang revolusioner terhadap hubungan kemanusiaan, yakni memberikan keadilan hak antara laki-laki dan perempuan.

B.  Prinsip Persamaan Gender dalam Islam.
Dari hasil penelitian Nasaruddin Umar pada tahun 2001 mengenai “Argumen Kesetaraan Jender Prespektif Al-Quran” dengan menggunakan metode heurmeunistik, metode tafsir dan kajian sejarah. Tampaknya terdapat beberpa variabel yang dapat digunakan sebagai standar dalam analisis prinsip-prinsip kesetaraan jender dalam al-Quran, sebagai berikut:
a.      Perempuan dan Laki-laki Sama-sama Sebagai Hamba
Menurut Q.S. al-Zariyat (51:56), (ditulis alqurannya dalam buku argumen kesetaraan gender hal 248) Dalam kapasitas sebagai hamba tidak ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan. Keduanya mempunyai potensi dan peluang yang sama untuk menjadi hamba ideal. Hamba ideal dalam Qur’an biasa diistilahkan sebagai orang-orang yang bertaqwa (mutaqqun), dan untuk mencapai derajat mutaqqun ini tidak dikenal adanya perbedaan jenis kelamin, suku bangsa atau kelompok etnis tertentu, sebagaimana disebutkan dalam Q.S. al-Hujurat (49:13)

b.      Perempuan dan Laki-laki sebagai Khalifah di Bumi
Kapasitas manusia sebagai khalifah di muka bumi (khalifah fi al’ard) ditegaskan dalam Q.S. al-An’am(6:165), dan dalam Q.S. al-Baqarah (2:30) Dalam kedua ayat tersebut, kata ‘khalifah" tidak menunjuk pada salah satu jenis kelamin tertentu, artinya, baik perempuan maupun laki-laki mempunyai fungsi yang sama sebagai khalifah, yang akan mempertanggungjawabkan tugas-tugas kekhalifahannya di bumi.

c.       Perempuan dan Laki-laki Menerima Perjanjian Awal dengan Tuhan
Perempuan dan laki-laki sama-sama mengemban amanah dan menerima perjanjian awal dengan Tuhan, seperti dalam Q.S. al A’raf (7:172) yakni ikrar akan keberadaan Tuhan yang disaksikan oleh para malaikat. Sejak awal sejarah manusia dalam Islam tidak dikenal adanya diskriminasi jenis kelamin. Laki-laki dan perempuan sama-sama menyatakan ikrar ketuhanan yang sama. Qur’an juga menegaskan bahwa Allah memuliakan seluruh anak cucu Adam tanpa pembedaan jenis kelamin. (Q.S. al-Isra’/17:70)

d.      Adam dan Hawa Terlibat secara Aktif Dalam Drama Kosmis
Semua ayat yang menceritakan tentang drama kosmis, yakni cerita tentang keadaan Adam dan Hawa di surga sampai keluar ke bumi, selalu menekankan keterlibatan keduanya secara aktif, dengan penggunaan kata ganti untuk dua orang (huma), yakni kata ganti untuk Adam dan Hawa, yang terlihat dalam beberapa kasus berikut:
·         Keduanya diciptakan di surga dan memanfaatkan fasilitas surga (Q.S.al-Baqarah/2:35)
·         Keduanya mendapat kualitas godaan yang sama dari setan (Q.S.al-A’raf/7:20)
·         Sama-sama memohon ampun dan sama-sama diampuni Tuhan (Q.S.al A’raf/7:23)
·         Setelah di bumi keduanya mengembangkanketurunan dan saling melengkapi dan saling membutuhkan (Q.S.al Baqarah/2:187)

e.       Perempuan dan Laki-laki Sama-sama Berpotensi  Meraih  Prestasi

Peluang untuk meraih prestasi maksimum tidak ada pembedaan antara perempuan dan laki-laki ditegaskan secara khusus dalam 3 (tiga) ayat, yakni: Q.S. Ali Imran /3:195; Q.S.an-Nisa/4:124; Q.S.an-Nahl/16:97. Ketiganya mengisyaratkan konsep kesetaraan gender yang ideal dan memberikan ketegasan bahwa prestasi individual, baik dalam bidang spiritual maupun karier profesional, tidak mesti didominasi oleh satu jenis kelamin saja.


Djamil, Abdul. 2009. Bias Jender dalam Pemahaman Islam. Yogyakarta: Gama Media
Fakih, Mansour.1997.Analisis Gender dan Transformasi Sosial.Yogyakarta:Pustaka Pelajar
Hamka. 1998. Kedudukan Perempuan dalam Islam. Jakarta: Penerbit Pustaka Panjima.
Umar, Nasaruddin.2000.Argumen Kesetaraan Gender.Jakarta: Paramadina
Zuhrah, Fatimah.Konsep Kesetaraan Gender dalam Perspektif Islam. Yogyakarta : IAIN-SUKA

12 Maret 2014

Hari Buah Internasional

ASAL-USUL HARI BUAH INTERNASIONAL 

     Mungkin banyak yang tidak mengetahui bahwa masyarakat internasional telah menetapkan 1 Juli sebagai Hari Buah Internasional (International Fruit Day). Peringatan Hari Buah Internasional menjadi salah satu momen penting bagi perkembangan komoditi tersebut di Indonesia.

   Coba tanyakan kepada siapa saja, apakah mengetahui kapan Hari Buah Internasional? Mungkin banyak menggelengkan kepala sebagai tanda tidak mengetahui. Mungkin itu juga sebagai tanda bahwa masyarakat Indonesia memang masih rendah dalam mengapresiasi konsumsi buah-buahan. Diperkirakan rakyat Indonesia hanya mengkonsumsi buah sebanyak 32,67 kilogram per kapita per tahun. Jumlah ini jauh dari standar konsumsi buah yang ditetapkan Food and Agriculture Organization of United Nation (FAO) sebesar 65,75 kilogram per kapita per tahun.
    Masyarakat dunia sebenarnya telah menetapkan setiap 1 Juli sebagai Hari Buah Internasional. Sayangnya memang gaung peringatan Hari Buah Internasional tidak begitu terasa di dalam negeri. Mungkin ini berbanding lurus dengan kondisi masyarakat Indonesia yang belum menjadikan buah sebagai bagian konsumsi sehari-hari dalam menu makanan. Hari Buah Internasional sendiri berawal dari Wall Park di Berlin, Jerman pada tahun 2007 dengan mengusung motto "come together". Yakni dengan membagikan kue buah dan buah-buahan kepada 400 orang yang ada di taman tersebut. Saat itu buah dianggap sebagai simbol keragaman bangsa, budaya, dan asal-usul. Hari Buah Internasional seperti mengajak orang-orang untuk merayakan kebersamaan dengan teman, keluarga atau kolega.

     Di Indonesia sendiri Hari Buah Internasional sempat digagas oleh salah satu perusahaan minuman yang menggelar serangkaian kegiatan bertema buah. Kegiatan ini dimulai sejak tahun 2009 dan berlanjut pada tahun 2010. Direktur Budidaya Buah-buahan dan Pasca-Panen, Ditjen Hortikultura, Rahman Pinem berharap, peringatan Hari Buah Internasional akan sangat berpengaruh dalam keberadaan buah nusantara. Promosi dan sosialisasi seharusnya makin gencar dengan adanya event ini.

     "Walaupun promosi mengenai buah-buahan nusantara sudah dari jauh-jauh hari, tentu saja momen ini akan makin ditingkatkan. Buah-buahan nusantara harusnya berjaya, baik di negara sendiri maupun di negara lain," tegasnya.   

    Himpunan Alumni Institut Pertanian Bogor (HA-IPB) sempat mengusulkan kepada pemerintah agar menetapkan setiap Jum'at sebagai Hari Buah Nusantara bersamaan dengan Hari Batik. Hal ini sebagai upaya meningkatkan konsumsi buah nusantara dan mengurangi buah impor. Usulan HA-IPB tersebut tidak lepas karena makin terpinggirkannya buah nusantara akibat beberapa aspek. Misalnya, kurang tersedianya benih berkualitas dalam jumlah memadai, lemahnya kegairahan petani untuk memproduksi buah-buahan dan kurang memadainya infrastruktur logistik buah. Sedangkan dari sisi konsumen dan pasar adalah karena perubahan perilaku konsumen yang lebih menyukai produk impor, makin mudah dan murahnya buah impor dan kekurang-berpihak kebijakan fiskal terhadap buah nusantara. 

*Dikutip dari Tabloid Sinar Tani*
more references