12 Mei 2015

Makalah Logam

                                                         I.     PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Sebuah logam atau metal berasal dari bahasa Yunani yaiut, metallon adalah sebuah unsur kimia yang membentuk ion dan memiliki ikatan logam, dan kadangkala dikatakan bahwa ia mirip dengan kation di awan elektron. Logam biasanya cenderung untuk membentuk kation dengan menghilangkan elektronnya, kemudian bereaksi dengan oksigen diudara untuk membentuk oksida basa. Benda logam pada awalnya dibuat dari bijih logam, dimana bijih logam dapat diperoleh dengan cara menambang baik yang berupa bijih logam murni maupun yang bercampur dengan materi lain. Bijih logam yang diambil dalam keadaan murni diantaranya adalah emas, platina, perak, bismuth dan lain-lain. Sedangkan ada juga bijih logam yang bercampur denan unsur lain seperti tanah liat, fosfor, silikon, karbon, serta pasir.
Logam yang ditemukan berbentuk mineral atau bijih didalam tanah. Akan teapi, sebagian logam ditemukan bercampur atau menyatu dengan zat lain tersebarr dalam batuan bumi. Didalam bumi terdapat campuran air dan mineral yang sangat panas. Campuran tersebut dapat bereaksi dengan batuan disekitarnya dan mengendapkan mineral. Air panas dalam bumi dapat mersap kedalam retakan pada lapisan batuan dan bereaksi dengan beberapa jenis batuan seperti batu gamping. Ada juga air panas nyang terdapat di dalam bumi merembes melalui larva gunung berapi. Air laut kuno yang terperangkap dalam lapisan batuan dapat menjadi hangat dan mengendapkan mineral dalam retakan atau meresap melalui dasar laut dalam bentuk sumber air. Air mengalir membawa mineral dan mengendapkan ke dasar laut, dan mengalami kristalisasi.

B.  Tujuan Penulisan
         Mengetahui dan mengenal logam, jenis logam, dan pengolahan logam serta penerapannya dalam bidang pertanian.


I.     PEMBAHASAN

A.    Pengertian
Logam adalah kelompok unsur kimia yang berwujud padatan mengkilap, merupakan penghantar panas dan listrik yang baik. Tidak semua logam memiliki sifat ini (misalnya merkuri adalah cairan). Dalam kimia, ada dua jenis logam. Logam dari blok s dan p (misalnya Natrium dan Aluminium) biasanya merupakan unsur reaktif. Kelompok ini membentuk koordinasi. Semua logam mempunyai oksida yang basa (Daintith, 1990)
Logam umumnya bersifat sebagai reduktor, sebab dapat dioksidasi. Logam-logam yang berada dalam golongan utama dalam sistem periodik, umunya merupakan pereduksi kuat. Sedangkan pada logam-logam yang berada pada golongan transisi, memiliki sifat pereduksi yang relatif lebih rendah dari logam golongan utama. Logam yang memiliki jari-jari lebih besar, umunya bersifat lebih reaktif, sebab kemampuannya untuk melepaskan elektrin pada kulit terluar lebih mudah. Dengan adanya deret volta, logam dapat dijelaskan lebih baik dimana deret tersebut menunjukkan kemampuan suatu logam untuk bereaksi dengan kation logam lain, sehingga membentuk logam dan kation logam yang baru.

B.  Jenis – Jenis Logam
Dalam ilmu logam, jenis-jenis logam digolongkan menjadi 3 kelompok dan penjelasannya sebagai berikut:
1.    Logam Berat (Besi/Baja, Nikel, Tembaga, dan Timah)
a.    Besi/Baja
Merupakan bahan yang sering digunakan dan dipakai dalam dunia industri yang merupakan sumber paling besar. Besi dan baja mempunyai sifat yang bervariasi, artinya memiliki sifat dari yang lunak sampai yang paling keras dan tajam sebagai alat pemotong (pisau). Untuk itulah besi kaya akan sifat-sifat, dari unsur besi dapat dibuat berbagai jenis struktur logam. Kandung besi dan baja kira-kira 0,25% Si, 0,3-1,5% Mn dan unsur pengotor lain seperti P, S dan lain-lain.
b.    Nikel
              Nikel memiliki warna putih keperak-perakan, mudah ditempa, sedikit ferrogmatis, dan                         merupakan konduktor yang agak baik terhadap panas dan listrik. Dalam skala besar, nikel                   dimanfaatkan sebagai pembuatan baja tahan karat dan alloy lain yang bersifat tahan korosi                   dan juga dimanfaatkan untuk membuat uang koin, melapisi senjata dan ruangan besi. Nikel                 ditemukan banyak dalam meteorit dan menjadi ciri komponen yang membedakan meteorit                   lainnya. Meteorit besi atau siderit dapat mengandung allot besi dan nikel berkadar 5-25%.
c.   Tembaga
Tembaga dalam dunia industri, sebagian besar digunakan sebagai kawat atau bahan untuk penukar panas dalam memanfaatkan hantaran listrik dan panasnya yang baik. Potensial elektroda standarnya positif (+0,34 V untuk pasangan Cu/Cu2+), tembaga tidak larut dalam asam klorida dan asam sulfat encer, meskipun dengan adanya oksigen dapat teralarut sedikit. Tembaga berwarna merah muda yang lunak dan dapat ditempa serta liat. Unsur tembaga di alam, dapat ditemukan dalam bentuk logam bebas, akan tetapi lebih banyak ditemukan dalam bentuk persenyawaan atau sebagai senyawa padat dalam bentuk mineral. (Petrucci, 1989)
d.   Timah
Timah merupakan logam putih keperakan, logam yang mudah ditempa dan bersifat fleksibel, memiliki struktur kristalin, akan tetapi bersifat mudah patah jika didinginkan. Timah dibawah suhu 13,20C dan tidak memiliki sifat logam sama sekali. Timah biasa disebut sebagai timah putih disebabkan warnanya putih mengkilap, dan memiliki struktur kristal tetragonal. Tingkat resistansi transformasi dari timah putih ke timah hitam dapat ditingkatkan dengan pencampuran logam lain pada timah seperti seng, bismuth, atau gallium.

1.    Logam Ringan (Aluminium, Magnesium, dan Natrium)
a.       Aluminium
Adalah logam yang paling banyak terdapat dikerak bumi dan unsur ketiga terbanyak setelah oksigen dan silikon. Aluminium terdapar di kerak bumi sebanyak kira-kira 8,07% hingga 8,23% dari seluruh massa padat dari kerak bumi. Aluminium (dalam bentuk bauksit) adalah suatu mineral yang berasal dari magma asam yang mengalami proses pelapukan dan pengendapan secara residual yaitu proses pengkonsentrasian mineral bahan galian di tempat.
b.      Magnesium
Magnesium merupakan unsur logam alkali tanah yang berwarna putih perak, kurang reaktif dan mudah dibentuk atau ditempa ketika dipanaskan. Magnesium tidak bereaksi dengan oksigen dan air pada suhu kamar, tetapi dapat bereaksi dengan asam. Pada suhu 800oC magnesium bereaksi dengan oksigen dan memancarkan cahaya putih terang. Di alam magnesium banyak terdapat pada lapisan-lapisan batuan dalam bentuk mineral seperti carnallite, dolomite dan magnesite yang membentuk batuan silikat. Selain itu dalam bentuk garam seperti magnesium klorida (Hafiyah, 2011).
c.       Kalsium
Kalsium merupakan logam alkali tanah yang reaktif, mudah ditempa dan dibentuk serta berwarna putih perak. Kalsium bereaksi dengan air dan membentuk kalsium hidroksida dan hydrogen. Di alam kalsium ditemukan dalam bentuk senyawa-senyawa seperti kalsium karbonat (CaCO3) dalam batu kalsit, kalsium sulfat (CaSO4) dalam batu pualam putih atau gypsum, kalsium fluoride (CaF2) dalam fluorit serta kalsium fosfat (Ca3(PO4)2) dalam batuan fosfat dan silikat. Kalsium bereaksi lambat dengan oksigen di udara pada temperatur kamar tetapi terbakar hebat pada pemanasan. Kalsuim terbakar hanya menghasilkan oksidanya (Sunardi, 2008).

2.    Logam Mulia (Emas, Perak dan lain-lain)
a.    Emas
Emas murni atau pure gold adalah suatu logam yang mengandung 99.5 % atau lebih Au (Aurum) di dalamnya. Logam campur emas adalah logam mulia yang dicampur dengan logam yang kurang mulia. Logam yang dipakai disini adalah emas (Au) 24 karat dan logam lainnya seperti perak (Ag), tembaga (Cu), platina (Pt), palladium (Pd) dan seng (Zn). Logam mulia digunakan untuk inlay, mahkota dan jembatan karena daya tahannya terhadap karat dan korosi.
b.    Perak
Perak termasuk logam mulia karena tidak mengalami proses korosif, namun perak bisa mengalami proses oksidasi. Proses oksidasi pada perak mengakibatkan lapisan kehitaman pada permukaan perak yang biasa disebut "tarnish". Namun proses oksidasi ini tidak mengakibatkan kerusakan pada unsur tersebut, beda hal-nya dengan proses korosi pada logam besi (Fe). Untuk keperluan pengolahan menjadi perhiasan, perak biasanya dilapisi dengan unsur lain yang lebih tahan terhadap oksidasi seperti Rhodium. Dengan lapisan ini, perhiasan perak menjadi tahan oksidasi serta penapilannya lebih berkilau.
Sedangkan jenis logam berdasarkan bahan dasar yang membentuknya dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu:
1.      Logam Besi (ferrous) yaitu suatu logam paduan yang terdiri dari campuran unsur karbon dengan besi. Jenis-jenis logam ini antara lain yaitu besi tuang, besi tempa, baja lunak, baja karbon sedang, baja karbon tinggi, serta baja karbon tinggi dan campuran.
2.      Logam Bukan Besi (non-ferrous) yaitu logam yang tidak mengandung unsur besi (Fe). Jenis-jenis logam ini antara lain yaitu tembaga (Cu), Aluminium (Al), Timbal (Pb), dan Timah (Sn).

A.  Pembuatan Logam
Proses penyelesaian logam dan non logam dari bentuk bijih besi (raw material) menjadi barang yang dapat digunakan. Hampir semua logam dibuat mula-mula dalam bentuk balok "ingot" (ingot casting) hasil proses pemurnian logam dari bijihnya, yang kemudian merupakan bahan baku untuk proses selanjutnya. Proses ini menyangkut penyelesaian suatu bahan yang mula-mula dicetak dalam suatu cetakan kemudian dengan proses lain dibentuk, dipotong, dihaluskan, disambung atau dirubah sifat phisisnya menjadi produk yang dikehendaki.
Pada dasarnya, proses pembuatan benda kerja logam dapat dikelompokkan menjadi :
1.      Proses pengecoran.
Proses pengecoran adalah suatu proses pembuatan yang pada dasarnya merubah bentuk logam dengan cara mencairkan logam, kemudian dimasukkan kedalam suatu cetakan dengan dtuang atau ditekan. Di dalam cetakan ini logam cair akan membeku dan menyusut
2.      Proses pembentukan
Proses pembentukan logam adalah suatu proses pembuatan yang pada dasarnya dilakukan dengan memberikan gaya luar (menekan, memadatkan, menarik) hingga berubah bentuk secara plastis. Bahan logam sebelumnya dapat dipanaskan terlebih dahulu sampai mencapai batas tertentu atau logam tetap dingin dalam arti dibawah batas temperatur tertentu. Kondisi pertama disebut proses pengerjaan panas (Hot Working Process), sedang yang terakhir disebut proses pengerjaan dingin (Cold Working Process).


3.      Proses pemotongan
Proses pemotongan logam adalah proses pembuatan yang menggunakan mesin-mesin perkakas potong untuk mendapatkan bentuk yang digunakan dengan membuang sebagian material, sedang perkakas potongnya dibuat dari bahan yang lebih keras dari pada logam yang dipotong.
4.      Proses penyambungan atau penyatuan.
Proses ini sering diartikan pengelasan, tetapi sebenarnya pengelasan tersebut merupakan bagian dari proses penyambungan. Pada dasarnya proses ini dapat dilakukan tanpa atau dengan mencairkan logam yang disambung, dengan atau tanpa logam pengisi, dengan atau tanpa tekanan dan dengan perekat atau adhesive. Contoh proses ini antara lain : pengelasan, solder, pengelingan dan lain-lain.
5.      Proses perlakuan phisis.
Proses perlakuan phisis adalah proses pengerjaan dengan jalan merubah sifat-sifat phisis dari logam tanpa adanya perubahan bentuk fisik, seperti : proses perlakuan panas (Heat Treatment), benturan peluru (Shot Peening) dan lain-lain.
6.      Proses penyelesaian atau pengerjaan akhir.
Proses ini digunakan untuk memberikan kondisi permukaan tertentu dari benda jadi (produk), sehingga terjadi perubahan dimensi yang sangat kecil. Secara keseluruhan, bentuk dan ukuran boleh dikata tidak mengalami perubahan yang berarti. Kondisi permukaan tertentu yang dimaksud adalah antara lain bewarna mengkilat, pemeliharaan-pencegahan dari perubahan unsur serta bentuk permukaan, melalui proses pengecatan, proses anoda, pelapisan permukaan dengan unsur tertentu dan lain-lain.

B.  Pemanfaatan Logam Di Bidang Pertanian
Secara umum, pemanfaatan logam dalam pertanian biasanya diterapkan pada komposisi pupuk yang mengandung logam Kalium. Sebagai contoh komposisi Kalium Sulfat (K2SO4) dan Kalium Klorida (KCl). Dalam hal pengembangan teknologi dan mekanisasi pertanian logam berat menjadi pilihan komposisi perakitan alat dan mesin contohnya besi dan baja yang diterapkan pada kekuatan peralatan dan mesin agar tahan lama dan tidak mudah patah. Kategori logam ringan contohnya Natrium dikembangkan sebagai anti septik, racun tikus, dan obat pembasmi serangga menjadi Natrium Florida (NaF). Kegunaan tembaga dalam bidang pertanian bermanfaat sebagai racun serta algisida pada proses pemurnian air

I.       PENUTUP

A.  Kesimpulan

1.  Logam merupakan kategori unsur kimia yang berwujud padatan, mengkilap, merupakan penghantar panas dan listrik yang baik.
2.     Logam dibagi dalam 3 kelompok jenis logam antara lain, logam berat, logam ringan, dan logam mulia.
3.    Berdasarkan bahan dasarnya, logam dibagi menjadi 2, yaitu logam besi (ferrous) dan logam bukan besi (non-ferrous)
4.  Pengolahan logam terbagi menjadi 6 proses sebagai berikut: proses pengecoran, proses pembentukan, proses pemotongan, proses penyambungan atau penyatuan, proses perlakuan phisis, proses penyelesaian atau pengerjaan akhir.
5.  Pemanfaatan logam dipertanian bisa diterapkan dalam hal mekanisasi dan penanganan kesuburan tanaman dan pencegahan hama.

B.  Saran
           Perlu perhatian dan penambahan lebih lanjut bagi pembaca terhadap isian makalah.


DAFTAR PUSTAKA

Daintith, John. 1994. Kamus Lengkap Kimia. Jakarta: Erlangga.
Hafiyah.2011.  Kalsium dan Magnesium. http://hafiyahaziz.com/ diakses pada tanggal 27 April 2015.
Petrucci,H. 1989. Kimia Dasar Prinsip dan Terapan Modern. Jakarta: Erlangga.
Sunardi.2008. Unsur Kimia. Bandung: Yrama Widya.

27 Januari 2015

Entropi

PENDAHULUAN
     Kata energi, telah dikenal bahkan sebelum mulai dipergunakan dalam pelajaran awal mengenai sains. Hal ini sangat membantu dalam mempelajari energi dalam termodinamika teknik. Analisi sistem berdasarkan hukum kedua termodinamika dapat dengan mudah dilakukan dengan sifat entropi. Konsep energi dan entropi merupakan konsep yang abstrak. Namun, tidak seperti energi, kata entropi jarang didengar dalam percakapan sehari-hari, apalagi melakukan analisis entropi secara kualitatif. Energi dan entropi memegang peranan penting dalam pembahasan-pembahasan berikutnya.

      Konsep entropi mula-mula diperkenalkan dalam fisika teori oleh R.J. Clausius dalam pertengahan abad kesembilan belas. Sampai pada saat itu terdapat banyak hal yang membingungkan mengenai hubungan antara kalor dan kerja serta perannya dalam operasi mesin kalor. Insinyur Perancis yang terkenal, Carnot, Petit, Clement, dan Desormes hanya memiliki sedikit pengetahuan mengenai hukum pertama termodinamika. Carnot percaya bahwa keluaran kerja suatu mesin adalah akibat dari sejumlah kalor yang meninggalkan tandon panas dan sejumlah kalor yang sama masuk ke tandon dingin.

     Petit dan Clement menghitung efisiensi mesin kalor dengan menghitung kerja yang dilakukan hanya dalam langkah daya tanpa meninjau keseluruhan daur yang menurut Carnot harus dilakukan. Menurut Medoza, ‘Dalam tangan Clapeyron, Kelvin, dan Clausius, termodinamika mulai menemukan jalan maju hanya jika dipisahkan dari perancangan mesin’. Clausius membuktikan adanya fungsi entropi dengan mula-mula menurunkan teoremanya. Penurunan teorema Clausius, sifat mesin Carnot yang merupakan landasan teorema itu, dan penurunan Clausius mengenai keberadaan fungsi entropi dalam setiap seginya, setara dengan cara umum Caratheodory.

      Satu-satunya keunggulan pendekatan Caratheodory ialah dalam pemusatan perhatian pada sistem, koordinatnya, keadaannya, dan seterusnya sedangkan hal ini tak teramati dalam pendekatan teknik.

1.      Pengertian

     Entropi merupakan fungsi keadaan dari sistem atau ukuran dari ketidakteraturan dan keteraturan dari sistem. Entropi dapat juga dikatakan sebagai suatu ukuran banyaknya energi atau kalor yang tidak dapat diubah menjadi usaha. Jika suatu sistem pada suhu T mengalami proses reversible dengan menyerap kalor Q maka kenaikan entropi sistem ditulis dengan persamaan.



     Entropi merupakan fungsi keadaan sehingga sama seperti energi dalam, perubahan entropi dari proses yang berlangsung pada sistem tidak bergantung pada lintasan tetapi tergantung pada keadaan awak dan akhirnya saja. Akibatnya untuk suatu proses siklus, perubahan entropi sama dengan nol (DS=0).



2.      Hukum II Termodinamika dan Entropi

     Pada Hukum I Termodinamika hanya diungkapkan mengenai Hukum Kekekalan Energi, tetapi tidak dijelaskan mengenai pembatasan aliran energi. Dari Hukum I Termodinamika, Anda telah mengetahui bahwa panas (kalor) dapat diubah menjadi kerja (usaha), dan sebaliknya. Namun, pada kenyataannya kerja mekanik dapat diubah seluruhnya menjadi panas, tetapi sebaliknya panas tidak seluruhnya diubah menjadi kerja mekanik pada suatu proses (siklus).

Meminta dengan Syarat

      Permasalahan yang ada menjadi seorang memiliki hambatan dalam menjalani hidup, maklum saja seseorang demikian. Jika kita mengaitkan dengan ungkapan bahwa manusia tidak luput dari dosa, hal yang sama juga dengan masalah tidak luput dari manusia.

Istilah zoon politicon (makhluk sosial) yang secara singkat berarti manusia yang membutuhkan satu sama lain melekat pada setiap manusia


24 Januari 2015

Pentingnya Ilmu Syar'i

Ibnu Baththal dalam Syarh Shahih Bukhari menyebutkan suatu riwayat.

Bahwa ada seorang lelaki menemui Abdullah bin Mas'ud ra. Lelaki itu berkata, "Ya Abu Abdirrahman, Perbuatan apakah yang paling utama?". Beliau jawab, "Ilmu."

Kemudian ia bertanya lagi. "Perbuatan apakah yang paling utama?" Dibalas Beliau. "Ilmu."

Lantas ia bertanya kembali. "Aku bertanya, Perbuatan apakah yang paling utama? tapi jawabaan engkau ilmu, kenapa?

Beliau menjawab, "Sungguh malangya dirimu, sungguh ilmu tentang Allah (ilmu syar'i) merupakan sebab bermanfaatnya perbuatan(baik)mu yang sedikit maupun yang banyak. Dan kebodohan tentang Allah menyebabkan perbuatan (baik) yang sedikit maupun yang banyak tidak bermanfaat bagimu."

Jangan Telat Shalat !!!

Dalam buku Al-kabair karangan Imam Adz-Dzahabi.

Beliau mengisahkan, dahulu kala hidup seorang yang shalih dan memiliki saudari yang wafat.
Pada saat dikuburkan, kantung uang yang ia miliki terjatuh kedalam liang lahat saudarinya tanpa ia sadari. Setelah liang lahat ditutup dan orang-orang telah pulang kerumah, ia teringat atas kehilangan kantung uangnya. Lantas ia kembali ke kuburan saudarinya dan menggali kuburan tersebut. Dengan terkejut kuburan saudari mengeluarkan api dengan cepat ia menutup kembali kuburan itu.

Setelah dirumah, dengan perasaan sedih ia menemui ibunya. "Ibu, Apa yang telah saudariku perbuat selama hidup?" tanyanya. "Memangnya kenapa?" Balas Ibu.



"Aku melihat api yang keluar dari dalam kuburnya?"ungkapnya. Sambil menangis, ibu bercerita. "Wahai Anakku, saudarimu itu selalu meremhkan shalat, dan sering menunda-nunda shalatnya." tukas ibu.

20 Januari 2015

Tips Membeli Laptop Bekas

Memiliki laptop merupakan kebutuhan yang bisa dikategorikan wajib dimiliki untuk setiap orang pada zaman modern saat ini terkhusus lagi untuk mahasiswa. Faktor ekonomi dan harga laptop yang tergolong barang mewah menjadikan penghalang bagi seseorang untuk memilikinya, maka membeli laptop bekas ada solusi alternatifnya.



Dengan tabungan yang tidak terlalu banyak, kamu bisa memiliki laprop bekas yang memiliki fitur sama atau lebih bagus dibandingkan dengan laptop baru.Tetapi kita harus teliti untuk membelinya, jangan sembarangan membeli laptop bekas dan menyesal dikemudain hari.

Oke,
Ini ada beberapa tips jitu yang bisa kamu gunakan sebelum membelinya:
  • Carilah laptop bekas yang modelnya tidak terlalu jadul dan tua, kalau bisa belilah laptop berumur kurang dari satu atau dua tahun sebab kemajuan teknologi laptop begitu cepat. 
  • Usahakan untuk membeli laptop dari orang atau penjual yang kita kenal dan dekat dengan kita, agar mudah dikonfirmasi jika ada masalah dengan laptopnya.
  • Sebelumnya, carilah info-info harga ditoko atau situs online, untuk membandingkan harga laptop bekas yang ingin dibeli, dan pastikan siapkan penawaran harga agar tidak menguras tabungan. Biasanya harga berselisih sekitar 25%-50% tergantung kondisi.
  • Periksa kondisi laptop dari monitor, casing laptop, keyboard berfungsi dengan baik, selain itu pastikan juga segel pada laptop masih bagus sebagai pertanda bahwa laptop belum pernah dibongkar untuk servis dengan memperhatikan sekrup pada laptop jika terlihat ada sekrup yang rusak atau aus berarti laptop tersebut pernah servis.
  • Saat membeli, bawalah teman yang mengerti tentang laptop agar membantu kamu untuk membeli laptop bekas yang bagus.
  • Cek kelengkapan charger/adaptor, cd driver, buku manual, dus, dan bon faktur juga ya hehe :) mungkin nanti masi bisa dijual 
Demikian lah tips yang bisa disampaikan, semoga dapat membantu untuk membeli laptop bekas yang berkualitas.

*Referensi*
 -Majalah Arrisalah dengan editan-

19 Mei 2014

Pengertian dan Prinsip Gender dalam Islam

      A.    Definisi Gender
Dari segi etimologi, kata gender berasal dari bahasa inggris “gender” yang berarti jenis kelamin. Berdasarkan arti kata tersebut, gender sama dengan seks yang juga berarti jenis kelamin. Namun, banyak dari para ahli yang meralat definisi ini. Artinya, kata “gender” tidak hanya mencakup masalah jenis kelamin. tapi lebih dari itu, analisis gender lebih menekankan pada lingkungan yang membentuk pribadi seseorang. 

Berdasarkan definisi diatas, dapat disimpulkan bahwa gender adalah suatu konsep yang mengkaji tentang perbedaan antara laki-laki dan perempuan sebagai hasil dari pembentukan kepribadian yang berasal dari masyarakat (kondisi sosial, adat-istiadat dan kebudayaan yang berlaku). Misalnya, dalam suatu masyarakat terkenal suatu prinsip bahwa seorang laki-laki harus kuat, mampu menjadi pemimpin, rasional, dan segala sifat lainnya. Sementara itu, seorang perempuan dikenal sebagai sosok yang lemah lembut, penuh keibuan, peka terhadap keadaan, dll. Dan pembentukan sifat-sifat tersebut dapat terjadi dari waktu ke waktu dan dari tempat ke tempat yang lain.

1.    Pandangan Gender menurut beberapa Tokoh
·      Mansoer Fakih berpendapat bahwa gender adalah sifat/karakter yang yang telah tertanam dalam  diri manusia (laki-laki dan perempuan) yang dikonstruksikan secara sosial dan budaya yang  berkembang dalam masyarakat.
·      Santrock(2003:365) mengemukakan bahwa istilah gender dan seks memiliki perbedaan dari segi  dimensi. Istilah seks (jenis kelamin) mengacu pada dimensi biologis seorang laki-laki dan  perempuan, sedangkan gender mengacu pada dimensi social budaya seorang laki-laki dan  perempuan.
·    Moore(Abdulloh,2003:19) mengemukakan bahwa gender berbeda dari seks dan jenis kelamin laki-laki dan perempuan yang bersifat biologis.
·      Baron (2000: 188) mengartikan gender bahasa gender merupakan sebagian dari konsep diri yang melibatkan identifikasi individu sebagai seorang laki-laki atau perempuan.
·      Ashad Kusuma Djaya (2004:5) menegaskan bahwa perbedaan antara laki-laki dan perempuan sesungguhnya bukan untuk dipertentangkan atau dicari siapa yang lebih unggul diantara keduanya melainkan dipadukan untuk saling melengkapi.

Istilah gender dikemukakan oleh para ilmuwan social dengan maksud untuk menjelaskan perbedaan perempuan dan laki-laki yang mempunyai sifat bawaan (ciptaan tuhan)dan bentukan budaya (konstruksi sosial). Gender adalah perbedaan peran, fungsi, dan tanggung jawab antara laki-laki dan perempuan yang merupakan hasil konstruksi social dan dapat berubah sesuai dengan perkembangan jaman.
Setelah mengkaji beberapa definisi gender yang dikemukakan para ahli, dapat dipahami bahwa yang dimaksud gender adalah karakteristik laki-laki dan perempuan berdasarkan dimensi social kultural yang tampak dari nilai dan tingkah laku.

2.    Konsep Gender dalam Islam
Persepsi masyarakat mengenai status dan peran perempuan masih belum sepenuhnya sama. Ada yang berpendapat bahwa perempuan harus berada di rumah, mengabdi pada suami, dan mengasuh anak-anaknya.Namun ada juga yang berpendapat bahwa perempuan harus ikut berperan aktif dalam kehidupan sosial bermasyarakat dan bebas melakukan sesuai dengan haknya. Fenomena ini terjadi akibat belum dipahaminya konsep relasi Jender.
Dalam Agama Islam juga timbul perbedaan pandangan karena terdapat perbedaan dalam memahami teks-teks Al-Qur’an tentang Jender. Nabi Muhammad SAW datang membawa ajaran yang menempatkan wanita pada tempat terhormat, setara dengan laki-laki. Beberapa ayat-ayat Al-Qur’an menyebutkan bahwa wanita sejajar dengan laki-laki seperti :
“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka akan Kami berikan mereka kehidupan yang baik dan akan Kami berikan balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik daripada apa yang telah mereka lakukan.”(Q.S. Al-Nahl:97)

“Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal yang dilakukan oleh kamu sekalian, kaum laki-laki dan perempuan.”(Q.S.Ali Imran:195)

Seharusnya dapat dipahami bahwa Allah SWT tidak mendiskriminasi hamba-Nya. Siapapun yang beriman dan beramal saleh akan mendapat ganjaran yang sama atas amalnya. Dalam konteks ini laki-laki tidak boleh melecehkan wanita atau bahkan menindasnya. Pada dasarnya wanita memiliki kesamaan dalam berbagai hak dengan laki-laki,namun wanita memang diciptakan Allah dengan suatu keterbasan dibanding laki-laki. Maka dari itu tugas kenabian dan kerasulan tidak dibebankan kepada wanita karena perasaan sensitif yang dimiliki wanita.Dalam suatu ayat dijelaskan
“Kaum laki-laki adalah pemimpin bagi kaum wanita, karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita).”(Q.S. Al-Nisa’:34)

Secara teologis, Allah menciptakan wanita dari “unsur” pria (wa khalaqa minha zaujaha)(Hasbi Indra,2004:5).Sehingga pada dasarnya laki-laki memililiki kelebihan daripada wanita. Kelebihan ini selanjutnya menjadi tanggung jawab laki-laki untuk membela dan melindungi wanita. Namun segala kekurangan yang ada dalam wanita tidak menjadi alasan wanita kehilangan derajatnya dalam kesetaraan Jender.
Walaupun demikian,wanita juga tidak boleh melupakan kodratnya sebagai wanita. Dalam Islam kodrat wanita adalah :
·         Menjadi Kepala Rumah Tangga
Dalam suatu riwayat disebutkan :
“Setiap manusia keturunan Adam adalah kepala, maka seorang pria adalah kepala keluarga, sedangkan wanita adalah kepala rumah tangga.”(HR Abu Hurairah)
Artinya kodrat wanita sebagai istri kelak akan menjadi kepala rumah tangga yang mana seorang istri melakukan tugas-tugas yang tidak dapat dilakukan suami seperti : memasak, mencuci, mengurus rumah tangga,mengasuh anak-anak dan lain-lain.Selain tugas wanita menjadi seorang istri yang mengabdi kepada suami,juga beribadah kepada Allah.Pada dasarnya beribadah inilah merupakan tugas utama.
·         Sebagai Ibu dari Anak-Anaknya
Salah satu kodrat wanita yang cukup berat adalah saat wanita harus mengandung dan melahirkan.Bahkan karena sangat susah payahnya wanita dalam melahirkan hingga sampai bertaruh nyawa Allah menjanjikan pahala yang sama seperti para syuhada.Kedua hal ini merupakan kodrat wanita yang sangat mulia.Namun tidak berhenti cukup disitu,peran yang sebenarnya adalah dikala wanita menjadi ibu yang dapat mendidik anaknya menjadi anak yang cerdas,berakhlak dan taat dalam agamanya.

3.    Kedudukan Perempuan dalam Islam.
Al-qur’an menyoroti perempuan sebagai individu. Dalam hal ini terdapat perbedaan antara perempuan dalam kedudukannya sebagai individu dengan perempuan sebagai anggota masyarakat. Al-qur’an memperlakukan baik individu perempuan dan laki-laki adalah sama, karena hal ini berhubungan antara Allah dan individu perempuan dan laki-laki tersebut, sehingga terminologi kelamin(sex) tidak diungkapkan dalam masalah ini. Pernyataan-pernyataan al-Qur’an tentang posisi dan kedudukan perempuan dapat dilihat dalam beberapa ayat sebagaimana berikut:
o  Perempuan adalah makhluk ciptaan Allah yang mempunyai kewajiban sama untuk beribadat kepadaNya sebagaimana termuat dalam Q.S. Adz-Dzariyat ayat 56.
o  Perempuan adalah pasangan bagi kaum laki-laki termuat dalam Q.S. An-naba’ayat 8.
o  Perempuan bersama-sama dengan kaum laki-laki juga akan mempertanggungjawabkan secara individu setiap perbuatan dan pilihannya termuat dalam Q. S. Maryam ayat 93-95.
o  Sama halnya dengan kaum laki-laki mukmin, para perempuan mukminat yang beramal saleh dijanjikan Allah untuk dibahagiakan selama hidup di dunia danabadi di surga. Sebagaimana termuat dalam Q.S. An-Nahl ayat 97.
o  Sementara itu Rasulullah juga menegaskan bahwa kaum perempuan adalah saudara kandung kaum laki-laki dalam H.R. Ad-Darimy dan Abu Uwanah.

Dalam ayat-ayat-Nya bahkan Al-qur’an tidak menjelaskan secara tegas bahwa Hawa diciptakan dari tulang rusuk Nabi Adam, sehingga karenanya kedudukan dan statusnya lebih rendah. Atas dasar itu prinsip al-Qur’an terhadap kaum laki-laki dan perempuan adalah sama dimana hak istri adalah diakui secara adil (equal) dengan hak suami. Dengan kata lain laki-laki memiliki hak dan kewajiban atas perempuan,dan kaum perempuan juga memiliki hak dan kewajiban atas laki-laki. Karena hal tersebutlah maka Al-Qur’an dianggap memiliki pandangan yang revolusioner terhadap hubungan kemanusiaan, yakni memberikan keadilan hak antara laki-laki dan perempuan.

B.  Prinsip Persamaan Gender dalam Islam.
Dari hasil penelitian Nasaruddin Umar pada tahun 2001 mengenai “Argumen Kesetaraan Jender Prespektif Al-Quran” dengan menggunakan metode heurmeunistik, metode tafsir dan kajian sejarah. Tampaknya terdapat beberpa variabel yang dapat digunakan sebagai standar dalam analisis prinsip-prinsip kesetaraan jender dalam al-Quran, sebagai berikut:
a.      Perempuan dan Laki-laki Sama-sama Sebagai Hamba
Menurut Q.S. al-Zariyat (51:56), (ditulis alqurannya dalam buku argumen kesetaraan gender hal 248) Dalam kapasitas sebagai hamba tidak ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan. Keduanya mempunyai potensi dan peluang yang sama untuk menjadi hamba ideal. Hamba ideal dalam Qur’an biasa diistilahkan sebagai orang-orang yang bertaqwa (mutaqqun), dan untuk mencapai derajat mutaqqun ini tidak dikenal adanya perbedaan jenis kelamin, suku bangsa atau kelompok etnis tertentu, sebagaimana disebutkan dalam Q.S. al-Hujurat (49:13)

b.      Perempuan dan Laki-laki sebagai Khalifah di Bumi
Kapasitas manusia sebagai khalifah di muka bumi (khalifah fi al’ard) ditegaskan dalam Q.S. al-An’am(6:165), dan dalam Q.S. al-Baqarah (2:30) Dalam kedua ayat tersebut, kata ‘khalifah" tidak menunjuk pada salah satu jenis kelamin tertentu, artinya, baik perempuan maupun laki-laki mempunyai fungsi yang sama sebagai khalifah, yang akan mempertanggungjawabkan tugas-tugas kekhalifahannya di bumi.

c.       Perempuan dan Laki-laki Menerima Perjanjian Awal dengan Tuhan
Perempuan dan laki-laki sama-sama mengemban amanah dan menerima perjanjian awal dengan Tuhan, seperti dalam Q.S. al A’raf (7:172) yakni ikrar akan keberadaan Tuhan yang disaksikan oleh para malaikat. Sejak awal sejarah manusia dalam Islam tidak dikenal adanya diskriminasi jenis kelamin. Laki-laki dan perempuan sama-sama menyatakan ikrar ketuhanan yang sama. Qur’an juga menegaskan bahwa Allah memuliakan seluruh anak cucu Adam tanpa pembedaan jenis kelamin. (Q.S. al-Isra’/17:70)

d.      Adam dan Hawa Terlibat secara Aktif Dalam Drama Kosmis
Semua ayat yang menceritakan tentang drama kosmis, yakni cerita tentang keadaan Adam dan Hawa di surga sampai keluar ke bumi, selalu menekankan keterlibatan keduanya secara aktif, dengan penggunaan kata ganti untuk dua orang (huma), yakni kata ganti untuk Adam dan Hawa, yang terlihat dalam beberapa kasus berikut:
·         Keduanya diciptakan di surga dan memanfaatkan fasilitas surga (Q.S.al-Baqarah/2:35)
·         Keduanya mendapat kualitas godaan yang sama dari setan (Q.S.al-A’raf/7:20)
·         Sama-sama memohon ampun dan sama-sama diampuni Tuhan (Q.S.al A’raf/7:23)
·         Setelah di bumi keduanya mengembangkanketurunan dan saling melengkapi dan saling membutuhkan (Q.S.al Baqarah/2:187)

e.       Perempuan dan Laki-laki Sama-sama Berpotensi  Meraih  Prestasi

Peluang untuk meraih prestasi maksimum tidak ada pembedaan antara perempuan dan laki-laki ditegaskan secara khusus dalam 3 (tiga) ayat, yakni: Q.S. Ali Imran /3:195; Q.S.an-Nisa/4:124; Q.S.an-Nahl/16:97. Ketiganya mengisyaratkan konsep kesetaraan gender yang ideal dan memberikan ketegasan bahwa prestasi individual, baik dalam bidang spiritual maupun karier profesional, tidak mesti didominasi oleh satu jenis kelamin saja.


Djamil, Abdul. 2009. Bias Jender dalam Pemahaman Islam. Yogyakarta: Gama Media
Fakih, Mansour.1997.Analisis Gender dan Transformasi Sosial.Yogyakarta:Pustaka Pelajar
Hamka. 1998. Kedudukan Perempuan dalam Islam. Jakarta: Penerbit Pustaka Panjima.
Umar, Nasaruddin.2000.Argumen Kesetaraan Gender.Jakarta: Paramadina
Zuhrah, Fatimah.Konsep Kesetaraan Gender dalam Perspektif Islam. Yogyakarta : IAIN-SUKA